Rabu, 29 Oktober 2014

FLORES Day1 : Halo LABUAN BAJO!

Day 1

Perjalanan kali ini ke Flores, aku memilih berangkat dari Denpasar, Bali. Menggunakan penerbangan pukul 6 pagi aku berangkat menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Sedangkan 9 teman ku lainnya menggunakan maskapai penerbangan Trans Nusa. Penerbangan yang menyenangkan dengan pelayanan kelas dunia walaupun hanya menggunakan pesawat jenis ATR yang menggunakan baling baling pada sisi sayap kanan dan kiri. 


My Ticket to Labuan Bajo

Mengarungi pulau pulau seperti Lombok, Sumba, Sumbawa, Bima terlihat warna pulau dari yang lebih dominan hijau, akhirnya mulai menguning dan coklat. Itu pertanda kita memasuki daerah Nusa Tenggara Timur. Pulau pulau kecil di wilayah ini memang terkesan tandus. Hal ini dikarenakan daerah Nusa Tenggara Timur di dominasi dengan daerah savana, yaitu rerumputan dan juga pohon pohon yang cenderung memiliki batang yanng ramping. Sehingga ketika musim kemarau pohon pohon ini akan meranggas dan tampak hanya batangnya saja. Sedangkan daerah rerumputan pun menjadi kuning dan coklat.

Setelah 1 jam 20 menit aku tiba di Bandar Udara Komodo. Tampak berbeda dengan bandara ketika aku datang kesini setahun lalu. Bandar udara yang dulu tampak seperti kantor kecamatan kini sudah berdiri megah dan tampak sangat layak menerima tamu kelas dunia. Sayangnya landasan di Bandar Udara Komodo memang kecil dan pendek, sehingga hanya memungkinkan pesawat kecil yang mendarat di Bandar Udara ini. 

Tidak langsung menuju hotel, aku dan rombongan menuju ke sebuah restaurant bernama Treetop di jalan utama Labuan Bajo. Memilih untuk duduk dipaling atas adalah sangat tepat sambil menikmati pelabuhan dari atas. 


Treetop Restaurant

Makan di restaurant ini beraneka ragam. Dari seafood, lobster, kwetiaw hinge american breakfast ditawarkan disini. Tak ingin cepat pergi, setelah makan kita masih bersantai berbincang sambil menikmati pemandangan serta angin sepoi sepoi di musim kemarau. 


Pemandangan dari atas Treetop

Setelah puas dan bahkan hampir tertidur pulas, akhirnya kita check in di Hotel Luwansa yang lokasinya tidak jauh dari pusat kota. Hotel yang terletak di pinggir pantai ini memang tidak semegah hotel bintang lainnya. Namun design yang minimalis & sederhana menjadikan hotel ini terlihat elegan dan tampak mahal. Padahal sama saja dengan hotel bintang lainnya.

Ketika matahari mulai terbenam, kita beranjak dari hotel untuk pergi ke Paradise Bar yang terletak agak diatas dari daratan Labuan Bajo. Dari sini kita bisa melihat matahari terbenam dibalik pulau pulau kecil yang ada di sekitar Labuan Bajo. Duduk santai di pinggir tebing sambil menikmati minuman dingin, tempat ini masih menjadi tujuan favorite wisatawan untuk menyaksikan matahari terbenam.



Paradise Bar

Setelah terbenam kami pun memilih sebuah restaurant untuk makan malam. Made in Italy, sebuah restaurant yang menyajikan makanan Italia yang memiliki pemandangan lampu lampu kapal yang tengah bersandar di pelabuhan. Dengan suasana remang remang tempat ini cukup romantis namun masih terkesan santai. Pizza adalah makanan yang menjadi favorite disini dan memang pizza disini termasuk the best italian pizza yang pernah ada di Indonesia. Bahkan restaurant di Jakarta & Bali kalah dengan Pizza yang ada disini. Walupun makanan disini cukup lama dalam proses pembuatannya, tetapi sangat layak untuk ditunggu. Puas rasanya makan malam ditempat ini. Rasanya ingin cepat kembali ke hotel dan tidur denan perut kenyang.

Let's go travel around Indonesia!

Indonesia, negara kepulauan terbesar di dunia. Dengan lebih dari 13 ribu pulau, Indonesia memiliki keindahan alam yang tidak pernah sama disetiap pulaunya. Berbicara tentang Sumatra tentu akan berbeda dengan Kepulauan Riau walaupun jaraknya tidak jauh. Apalagi kita berbicara tentang Papua, Nusa tenggara dan Maluku. Tentu sangat berbeda dengan Sumatra. 


Labuan Bajo, NTT

Sebagai pemuda yang lahir dan tumbuh di Indonesia, sayang rasanya bisa pergi keliling dunia namun tidak mengenal keindahan alam di negeri sendiri. Tidak bisa menceritakan wajah dari tanah air menjadi sebuah kenyataan yang sering kita temui belakangan ini. Alasan mudahnya adalah mahalnya penerbangan untuk berkeliling di Indonesia sering terdengar sehingga banyak anak muda yang memilih keliling Asia bahkan keliling Eropa dibandingkan melihat keindahan Raja Ampat atau Kakaban di Timur Indonesia. 


Kampung Rawa Ambarawa Jawa Tengah

Melalui Blog ini, saya mencoba menceritakan sedikit tentang perjalanan saya keliling Indonesia. Ketika mulai menulis Blog ini, belum banyak daerah di Indonesia yang saya hampiri. Namun bersama dengan Blog ini, kenapa tidak menjadi sebuah alasan kecil untuk saya berkeliling Indonesia. Sesederhana, menceritakan keindahan wajah tanah air di dunia maya. Tidak muluk target orang asing membaca dan datang ke Indonesia, justru harapannya adalah mengajak anak muda Indonesia untuk berkeliling Indonesia. Karena dengan mengunjungi daerah wisata di Indonesia, tidak hanya kita bisa menikmati liburan seru dengan pengalaman unik tetapi juga memberikan kesempatan berkembang kepada penduduk lokal untuk mengembangkan keahlian mereka dan menambah pendapatan mereka setiap harinya. 



Candi Borobudur, Magelang Jawa Tengah